www.derapriau.com
| Rayakan HUT FPII yang Ke 7, FPIi Setwil Riau Ajak Anak Panti Asuhan Ketempat Wisata. | | Bapemperda DPRD Bengkalis Bahas Naskah Akademik di Kementerian Hukum dan Ham Riau | | Jelang Operasi Keselamatan Satlantas Tingkatkan Patroli Cegah Balap Liar, 58 Unit Sepeda Motor Diama | | Kembalikan Daerah Istimewa ( Swapraja ) Siak Yang Ada Sejak Tahun 1950. | | Kembalikan Daerah Istimewa ( Swapraja ) Siak Yang Ada Sejak Tahun 1950. | | Sholat jumat Bersama Warga Kapolda Riau Dengarkan Dan Respon Curhatan Jemaah.
Follow:     Serikat Perusahaan Pers
Senin, 06 Februari 2023
 
Kabid SD Disdik Pekanbaru Dituding Intimidasi Bendahara BOS
Sabtu, 26-11-2022 - 12:31:38 WIB

TERKAIT:
   
 

Pekanbaru, derapriau.com - Sebuah selebaran yang beredar di grup WhatShap wartawan menyebutkan, bahwa Kabid SD Pekanbaru Dinas Pendidikan (Disdik) kota Pekanbaru Dian Permata Indah SE terus melakukan intimidasi kepada Operator dan Bendahara dana BOS ketika mengantar Rencana Kegiatan dan Anggaran (RKA).

"Kami tidak tau lagi kemana lagi kami mengadu dan mengeluh atas perlakuan Kabid SD Dian Permata Indah SE dan intimidasi Kabid SD setiap kami mengantar RKA dan laporan dana BOS. Kami merasa ditekan dan dipersulit oleh Kabid  SD. Apapun yang kami lakukan selalu salah dimata Kabid SD," tulis sumber tersebut yang dikirimkan ke WhatShap grup wartawan.

Dalam kalimat selanjutnya dijelaskan, bahwa meski mereka sudah membuat RKA sesuai juknis,  namun mereka tetap saja dipersulit. Alhasil, mereka harus bolak balik ke  Disdik, sementara Dian sendiri jarang berada ditempat.

"Kami harus menunggu sampai maghrib dan terkadang hari libur diarahkan ke rumah beliau dengan membawa buah tangan atau amplop. Jika tidak, tidak dilayani dengan baik," tulis sumber.

Akibat banyaknya tekanan tekanan ini ungkap sumber, mereka merasa stress dan tidak nyaman bekerja. Bahkan ada salah satu teman mereka yang baru melahirkan, meninggal dunia karena terlalu stress mengerjakan laporan. Pasalnya oleh Kepala sekolah, mereka dituntut harus bekerja maksimal.

"Jika kami mengundurkan diri sebagai Operator atau Bendaraha, Kepsek balik mengintidimasi kami dan tidak memproses surat pengunduran kami. Kami tau Kepsek kami sudah banyak mengeluarkan uang untuk melancarkan urusan laporan dana BOS ini selama ini," ungkap sumber yang belum diketahui identitasnya itu.

Menurut sumber, belum pernah ada Kabid yang mengurus urusan pelaporan RKA dana BOS selama ini, melainkan oleh staf dan Kasi Kesiswaan. Dan itu tidak pernah ada masalah.

"Tapi selama bu Kabid ini semuanya diambil alih dengan tujuan amplop dan amplop," tuding sumber.

Akibat waktu mereka banyak tersita  karena harus bolak balik menyampaikan laporab ke Kabid SD itu, mereka pun tidak ada waktu lagi untuk mengajar dan meningkatkan mutu. 

"Kabid SD bekerja dengan sangat arogan tidak jarang kami dibentak dan dicaci maki saat berhadapan dengan beliau," keluh sumber.

Bahkan beber sumber, tidak jarang mereka harus duduk di lantai untuk menunggu giliran untuk mengantarkan menunggu ACC dari beliau. Sementara Dian Permata Indah, tidak memberikan wewenang kepada Kasi dan Staff nya untuk membantu.

"Sekarang dunia pendidikan berorientasi hanya dana BOS bukan mutu pendidikan. Kami meminta bantuan supaya permasalahan ini diselesaikan agar kami bisa bekerja dengan maksimal tanpa tekanan dari siapapun," ungkapnya.

Di akhir kalimat tulis sumber, 
pengantaran RKA perubahan saat ini dikaitkan dengan kegiatan di Royal Asnof, tidak di ACC oleh Dian, karena oleh mantan Kepala Disdik Pekanbaru Ismardi Ilyas mengarahkan mereka untuk tidak ikut serta.

Dikonfirmasi terpisah via WhatShapnya, Kabid SD Dian Permata Indah, secara tak langsung membenarkan adanya selebaran tersebut. 

"Bbrp op sudah datang ke saya dan mereka bilang itu bkn dr op pak" mereka TDK pernah membuat wa semacam itu. Itu hanya oknum yg tdk bertanggung jawab," ujarnya.

Dian menjelaskan, permasalahannya kemungkinan bahwa dana BOS itu dipegang oleh Kepsek dan Bendahara. Tetapi yang disuruh oleh Kepsek membuat laporan Operator. Sehingga ketika ditanya tentang pelaporan, mereka TDK tahu.

"Krn mereka hanya disuruh membuat,, seharusnya yg bertanggung jawab ttg dana bos adalah Kepsek dan Bendahara. Sama sekali tdk tau tp mereka disuruh mengerjakan laporan saja," balas Dian kepada wartawan.

Dian menjelaskan, untuk pengumpulan laporan dana BOS ada tenggang waktu yg telah ditentukan. Terkadang laporan tersebut sampai batas yang ditentukan belum dibuat.

"Kendalanya terkadang kita tanya ke op atau bendahara kwitansi blm ada. Padahal dana BOS sudah lama cair," tukasnya.

Sementara terkait adanya pegawai yang baru melahirkan meninggal dunia kata Dian, pihaknya balik menyerang Kepala sekolah (Kepsek).

"Masalah yg meninggal itu dia baru melahirkan disuruh oleh kepseknya membuat laporan,, seharusnya kalau tau baru melahirkan jangan dipaksa utk membuat laporan," kilah Dian.

Ia juga menepis tudingan yang sampai harus mengantar laporan ke rumahnya. Dian mengatakan bahwa laporan RKA yang mereka antar ke rumahnya karena tak sesuai jadwal yang sudah ditentukan.

"Krn batas akhir mengantar laporan biasanya terakhir di hari Jumat,, tidak jarang saya sampai malam dikntr Krn laporan mereka diantar baru sore,, menjelang malam,, ada jg yg Krn g selesai Jumat mereka meminta waktu sampai Minggu sehingga hari libur baru mereka mengantar,, dan perlu dicatat hari libur yg seharusnya kami tdk bekerja kami diharuskan bekerja Krn laporan mereka TDK tepat waktu," tulis Dian. (fin)



 
Berita Lainnya :
  • Kabid SD Disdik Pekanbaru Dituding Intimidasi Bendahara BOS
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Hari pertama Ramadhan.
    Kehadiran ASN 98 Persen.
    2 Curanmor.
    Dalam Waktu Singkat Polres Inhu Berhasil Amankan Sindikat Curanmor.
    3 Khotmil Quran
    Kapolda Riau Ikut Khotmil Quran Dan Silaturahmi Di Masjid Jami Air Tiris, Kapolres Menanda Tangani M
    4 Warga Tionghoa.
    Menyambut Imlek Warga Tionghoa Di Dampingi Wartawan Bagi Bagi Sembago Kepada Warga Kurang Mampu.
    5 Kapolri.
    Hari Pers Nasional 2021 Kapolri Minta Pers Bantu Tangkal Hoaxs Yang Memecah Belah Bangsa
    6 Pelatihan.
    Buka Pelatihan Public Speaking Kadiv Humas sebagai Tindak Lanjut Pemantapan Komunikasi.
    7 Dies Natalis.
    Hadiri Dies Natalis HMI Ke 74 Kapolri Kita Butuh Bersatu Melawan Covid 19.
    8 Cium Bendera Merah Putih.
    Naok Orarei Komandan KKB Wilayah Yapen Kembali Ke NKRI.
    9 Koperasi
    Terkait Kasus Yang Menjerat Pengurus Koperasi Gondai Raya Dan Sri Gumala Sakti, Dirkrimum : usut
    10 Narkoba.
    Penangkapan Narkoba Jenis Cair Dan Musnahkan 20 Kg Sabu.
     
    Galeri Foto | Advertorial | Opini | Indeks
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © 2019 PT. MUTHIA MAYLAN PUTRI MELAYU PERS, All Rights Reserved